|
Sabtu, 31 Juli 2010 , 12:04:00
 
MANADO– Selaku konsultan politik yang berada di belakang layar calon gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Djauhari Kansil (DK), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA PHd network, yakin kliennya menang satu putaran. Meski demikian, walau kecil kemungkinan, tetap diwaspadai terjadinya tsunami politik.
Direktur Eksekutif JKI Toto Izul Fatah mengatakan, sesuai hasil survei terhadap empat pasangan calon, duet usungan Partai Demokrat (PD) unggul dengan 36,1 persen. “Pilgub Sulut hanya berlangsung satu putaran,” kata Toto.
Di tempat kedua Drs Stefanus Vreeke Runtu (SVR)-Dra Ny Hj Marlina Moha-Siahaan (MMS) usungan Partai Golkar meraih 25 persen. Andalan Partai Gabungan (Pargab) dr Elly Engelbert Lasut (E2L)-Henny Wulur SH di tempat ketiga dengan 16,9%. Dan, Drs Ramoy Markus Luntungan (RML)-Hamdi Paputungan SE (HP) yang diusung PDIP memperoleh 10,3 persen atau berada di urutan ke empat. Kendati belum pasti ikut Pilgub, pasangan Vonny Anneke Panambunan (VAP)-Hendrik Manosoh (HM) ikut disurvei dengan capaian 4,9 persen. "Kemungkinan kecil ini meleset, sebab metode yang digunakan adalah random sampling lewat kuisioner kepada 440 responden dengan margin error 4,8 persen," jelas pria berkaca mata minus itu.
Menariknya, survei terakhir yang dilakukan pertengahan sampai akhir Juli ini, ada 20,6% pemilih masih ragu-ragu dalam menentukan cagub-cawagub. “Pemilih ini bukan militan pada salah satu calon, dan mereka rentan tentukan pilihan jika dipengaruhi. Hanya saja mereka terdiri dari beberapa kategori,” jelasnya lagi.
LSI Danny JA sendiri tampak tak begitu mewaspadai praktek strategi serangan fajar. Alasan seperti yang dibeberkan Fatah, untuk politik uang, harus ada miliaran rupiah yang harus dipersiapkan kandidat. Pun modus pembagian uang yang rentan kena sanksi hukum karena dikawal Panwaslu dan pihak keamanan.
Begitupun isu gangguan politik yang bisa menjatuhkan calon tertentu. “Tapi kemungkinannya sangat kecil di tiga hari jelang pilkada. Kalau pun ada kami sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasinya,” jelas Fatah. (ras)
|