MANADO- Komoditi buah pala dan turunannya membuat Sulut terkenal di luar negeri. Produk perkebunan yang terkenal dengan wanginya telah menjadi konsumsi utama negara Eropa, Asia dan Amerika. Data yang diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara, daerah ini masih menjadi pemasok pala terbesar di dunia. Dimana 75% dari kebutuhan pala dunia, dipasok dari daerah ini. Menurut Sanny Parengkuan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, ekspor pala setiap bulan berkisar 1.000 hingga 2.000 ton dari kebutuhan dunia yang berkisar 20.000 ton setiap tahun. "Komoditas pala merupakan salah satu yang berkesinambungan ekspornya, karena setiap bulan terjadi realisasi ekspor dengan jumlah relatif stabil," ujar Parengkuan sambil menambahkan, pasar Pala Sulut ini tersebar di Asia, Eropa, Amerika hingga Afrika.
Menurut Alex Kojong, salah satu eksportir pala saat mengurus surat tanda barang di Disperindang pemerintah perlu melakukan revitalisasi bagi tanaman ini. "Sudah mendesak terutama peremajaan tanaman melalui bantuan bibit pala kepada para petani,"harapnya.
Harga pala di pasaran saat ini mengalami peningkatan. Dimana per kilogramnya dijual dengan harga Rp55 ribu sampai Rp60 ribu. sedangkan fully pala di jual seharga Rp75 ribu per kilogramnya.(ily)