MGR Josef Suwatan MSC
Kepada segenap Umat Katolik di Sulawesi Utara yang dikasihi Tuhan,
Pada 3 Agustus 2010 akan dilaksanakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota. Dalam rangka Pilkada itulah sebagai pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Manado, saya mempunyai tanggung jawab kegembalaan untuk memberi arahan moral kepada umat saya, sebagai berikut.
Pertama-tama hendaklah dipahami pandangan dan sikap Gereja Katolik terhadap politik. Gereja Katolik adalah bagian integral dari negara dan bangsa Indonesia, dan karena itu merasa terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam tanggung jawab demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat serta masyarakat Indonesia, dan secara khusus untuk Sulawesi Utara. Akan tetapi secara institusional Gereja tidak ikut campur dalam politik praktis yang berkaitan dengan urusan kekuasaan publik. Gereja bersikap netral dan memberi kebebasan kepada anggota-anggota umatnya, untuk sebagai warganegara secara bertanggungjawab dan menurut hati nuraninya terlibat aktif dalam politik praktis, misalnya dengan mencalonkan diri atau pun menggunakan hak pilihnya.
Sebagai warga negara, kita umat Katolik mempunyai hak dan kewajiban untuk ambil bagian dalam pemilihan umum tersebut, yaitu baik sebagai calon untuk dipilih maupun sebagai pemilih. Karena itu haruslah kita menggunakan hak dan kewajiban itu dengan sebaik-baiknya sebagai wujud tanggungjawab kepada negara dan masyarakat Sulawesi Utara. Janganlah kita bersikap masa bodoh dengan tidak memilih; karena hal itu berarti membiarkan orang lain memilih untuk kita. Dan kalau begitu kita nantinya akan dipimpin oleh orang-orang yang kita sendiri tidak pilih.
Hendaklah umat Katolik ikut membantu, mengusahakan dan mengawasi agar Pilkada ini terlaksana dengan benar dan baik, dengan jujur dan adil, serta bebas dari praktek-praktek tidak terpuji seperti sogok-menyogok atau membeli suara rakyat. Mereka yang bertugas dalam proses penyelenggaraan Pilkada, hendaklah melakukan tugas itu dengan baik sesuai dengan peraturan yang benar, dan tidak merekayasa proses dan hasil Pilkada ini.
Di antara calon-calon Pilkada ini ada juga saudara-saudara yang beragama Katolik. Hendaklah saudara tampil sebagai calon yang berkualitas dan terpercaya, karena didorong oleh motivasi yang luhur untuk mengabdi masyarakat bukannya mencari kekuasaan. Mempunyai visi-misi dan program yang jelas dan riil bagi kebaikan, kemajuan dan kesejahteraan semua orang di daerah ini. Para calon yang Katolik, hendaklah menampilkan kualitas moral yang terpuji, seperti kejujuran dan keadilan. Hendaklah mereka juga memiliki integritas pribadi, semangat keterbukaan untuk berdialog dan hidup persaudaraan, menghindari kekerasan dan konflik. Calon yang Katolik semestinyalah bukan orang yang bersikap primordial yang hanya memperjuangkan kepentingan kelompoknya sendiri; calon yang Katolik harus mengabdi kepentingan umum, ‘’pro bono publico’’. Bertandinglah secara sehat dan sportif, semua mau menang tetapi akhirnya hanya satu yang menang. Hendaklah kita menang ataupun kalah secara terhormat, ada Dia yang di Atas sebagai Wasit Utama.
Para pemilih Katolik bebas untuk memilih siapa saja, sesuai dengan pilihan hatinya! Gereja menghormati kebebasan hati nurani umatnya. Tetapi pergunakanlah kebebasanmu itu dengan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab. Pelajari dan cari kenal para calon yang hendak kamu pilih. Pertimbangkanlah dengan cerdas dan saksama kualitas pribadi, integritas diri dan kompetensi si calon dan partai politiknya. Pikirkan dengan baik-baik siapa akhirnya akan saudara pilih. Jangan salah pilih orang atau partai yang cuma cari kepentingan diri atau kelompoknya. Dukunglah calon dan partai yang terbuka serta memberi perhatian untuk kepentingan bersama –termasuk di dalamnya kepentingan umat Katolik juga. Pilihlah calon dari partai politik yang berwawasan inklusif, yaitu yang menghargai keaneka-ragaman. Dengan demikian kita hanya akan memilih pemimpin yang baik dan cerdas, berpihak pada rakyat dan punya komitmen untuk memperjuangkan keadilan dan kepentingan umum terlebih bagi mereka yang miskin dan tersisih, menolak praktek korupsi, kolusi dan tidak mempraktekkan politik uang.
Akhirnya, saya ingin mengajak segenap umat Katolik untuk memelihara persaudaraan dan kerukunan, baik dalam lingkungan Gereja maupun dalam masyarakat luas. Janganlah kita terpecah-belah dan saling berkonflik karena beda calon atau beda partai yang kita dukung. Tetaplah dalam persaudaraan sejati sebagai orang Katolik, karena kita ini satu dalam Tubuh Mistik Kristus.
Marilah kita turut mempersiapkan dan menyukseskan Pemilihan Umum Kepala Daerah 2010! Gunakanlah hak pilih Anda dengan cerdas dan bertanggungjawab!
Manado, 27 Juli 2010
Mgr Josef Suwatan MSC
Uskup Manado