Selasa, 07 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca Manado Post dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
Penantian para calon pelamar CPNS di Sulut segera terjawab, menyusul sudah ada penetapan formasi CPNS Pemprov Sulut, serta kabupaten/kota se-Sulut. • Dua terdakwa dana hibah bencana alam Talaud 2007-2008, WT alias Tine dan HM alias Mandiri hanya bisa diam mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reinhard Tololiu SH dan Cornelis Heydemans SH. Dari keterangan para saksiTine dan Mandiri dinilai yang bertanggungjawab kasus tersebut.
 
   
Kamis, 01 April 2010 , 08:39:00
 
WASHINGTON - Tak sekadar mencairkan kebekuan diplomatik, jamuan makan malam pribadi Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sekaligus jadi ajang unjuk kekompakan mereka menentukan nasib negara lain. Keduanya sepakat penjatuhan sanksi kepada Iran terkait program nuklirnya tak bisa ditunda lagi.
    "Kami menghormati dan memahami satu sama lain," tegas Obama di Gedung Putih seperti dikutip Daily Mail kemarin (31/3).  Menurutnya, internasional belum sepenuhnya mendukung kampanye penjatuhan sanksi kepada Iran. "Itulah (mencari dukungan internasional) yang harus kita perjuangkan bersama," tambahnya.
    Obama menambahkan, dirinya dan Presiden Sarkozy satu kata soal isu tersebut. Sarkozy mengamini pernyataan sekutunya itu. "Iran tidak bisa meneruskan rencana gila ini. Kini saatnya untuk mengambil keputusan," timpal Sarkozy yang baru kali pertama melawat ke Washington.

    Dalam kesempatan tersebut Obama juga menginginkan sanksi kepada Iran segera diberlakukan dalam hitungan minggu. "Harapan saya, bahwa sanksi ini bisa diberlakukan musim semi (tahun ini). Jadi saya tidak tertarik untuk menunggu berbulan-bulan. Saya hanya tertarik melihatnya dalam minggu-minggu ini," tandas Obama. Dia mengingatkan selama pintu masih terbuka bagi Iran, program pengembangan nuklir akan terus berjalan.
    Menambah kehangatan hubungan kedua pemimpin negara, Sarkozy menyatakan Prancis berada dalam satu barisan bersama AS, mengecam rencana pemekaran permukiman Yahudi di Jerusalem Timur. "Saya mengapresiasi sikap Obama yang berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian kedua belah pihak (Palestina-Israel)," teranganya.

    Saling puji antara kedua pemimpin negara tersebut seperti ingin melupakan ketegangan diplomatik yang sempat terjadi setahun terakhir. Kedua pemimpin negara mempunyai sikap berbeda terkait isu Afghanistan. Pemerintahan Obama mendesak Prancis untuk mau bergabung dalam pengiriman tambahan pasukan. Sementara Sarkozy menolaknya. (cak/ami)

 
    JPNN.COM | Obama-Sarkozy Kompak
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Obama-Sarkozy Kompak"
 
   
  + Other News / Category     
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Sulawesi Utara Nusantara Daerah Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi Gaya Hidup