Selasa, 07 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca Manado Post dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
Penantian para calon pelamar CPNS di Sulut segera terjawab, menyusul sudah ada penetapan formasi CPNS Pemprov Sulut, serta kabupaten/kota se-Sulut. • Dua terdakwa dana hibah bencana alam Talaud 2007-2008, WT alias Tine dan HM alias Mandiri hanya bisa diam mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reinhard Tololiu SH dan Cornelis Heydemans SH. Dari keterangan para saksiTine dan Mandiri dinilai yang bertanggungjawab kasus tersebut.
 
   
Kamis, 01 April 2010 , 08:37:00
 
SETELAH 12 tahun berada dalam sekapan kelompok pemberontak Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), Pablo Emilio Moncayo akhirnya menghirup udara bebas.

PABLO adalah tentara Kolombia  kedua yang dilepas FARC  sebagai hasil negosiasi dengan Senator Piedad Cordoba yang mewakili pemerintah.
"Anda tidak tahu betapa indahnya melihat peradaban kembali," aku Moncayo setelah turun dari helikopter yang membawanya di Bandara Florencia seperti dilansir AFP kemarin (31/3).
Dia diserahterimakan di sebuah hutan kepada perwakilan Komite Palang Merah Internasional sebelum kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Florencia, kota yang terletak 580 kilometer sebelah selatan ibu kota Bogota. Senator Cordoba turut menjadi saksi pembebasannya.

Terbebasnya Moncayo tak lain berkat kegigihan sang ayah, Gustavo Moncayo. Kasus penculikan Moncayo mendapat perhatian internasional setelah sang ayah gencar membawa kasusnya ke beberapa negara tetangga. Sejak 2007, pria yang juga berprofesi sebagai profesor di salah satu universitas itu mengunjungi Venezuela, Ekuador, Prancis, Spanyol, Jerman, dan Vatikan. Selama berkeliling itu, leher dan kedua tangan selalu diikat dengan rantai sebagai simbol protesnya atas penahanan sang anak.
Di Vatikan pria 58 tahun itu juga bertemu dengan Paus pada 2007. Oleh karena itulah Gustavo Moncayo dijuluki sebagai "Peace Walker". "Saya berterimakasih kepada Tuhan dan ayahku," tutur Moncayo.

Kedatangan Moncayo di Florencia mendapat sambutan hangat dari pemerintahan Presiden Alvaro Uribe. "Kami menyambut kedatangan kembali sersan Moncayo. Kami sangat senang untuk keluarganya. Kolombia menerima dengan tangan terbuka kepada siapapun yang kembali dari penahanan dan sangat mengutuk penculik mereka," ujar Uribe kepada AFP.
Moncayo merupakan salah satu tentara Kolombia yang ditahan FARC dalam waktu terlama. Dia ditangkap pada 21 Desember 1997 saat berusia 19 tahun dan masih berpangkat korpral.
Ketika masih dalam sekapan, Moncayo dipromosikan menjadi sersan. Selain Moncayo masih ada Libio Jose Martinez yang juga menjadi tahanan terlama karena ditahan pada hari yang sama dengan Moncayo. Martinez belum dibebaskan.
Hingga saat ini FARC total masih menyandera 21 tentara dan polisi beserta warga sipil termasuk Martinez. Sebelumnya, FARC membebaskan Kopral Daniel Calvo, 22 pada Minggu (28/3) setelah setahun ditahan.

FARC menegaskan tak akan membebaskan tawanan lagi hingga pemerintahan Uribe setuju membebaskan 500 tahanan gerilyawan FARC dari penjara federal. Menanggapi hal itu Uribe bersikukuh tak akan membebaskan gerilyawan FARC. Dan mempertimbangkan mereka hanya akan dibebaskan bila tak kembali ke kelompok pemberontak. (war/ttg)

 
    JPNN.COM | Bebas setelah Disandera 12 Tahun
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Bebas setelah Disandera 12 Tahun"
 
   
  + Other News / Category     
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Sulawesi Utara Nusantara Daerah Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi Gaya Hidup