Selasa, 07 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca Manado Post dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
Penantian para calon pelamar CPNS di Sulut segera terjawab, menyusul sudah ada penetapan formasi CPNS Pemprov Sulut, serta kabupaten/kota se-Sulut. • Dua terdakwa dana hibah bencana alam Talaud 2007-2008, WT alias Tine dan HM alias Mandiri hanya bisa diam mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reinhard Tololiu SH dan Cornelis Heydemans SH. Dari keterangan para saksiTine dan Mandiri dinilai yang bertanggungjawab kasus tersebut.
 
   
Senin, 29 Maret 2010 , 08:29:00
 
JAKARTA- Sejumlah ikon dunia bergabung dalam kampanye perubahan iklim global dengan mematikan lampu selama satu jam pada Sabtu malam, 27 Maret 2010. Mematikan lampu dilakukan di banyak Landmark terkenal di dunia, seperti Menara Eiffel, Big Ben, Colosseum Roma, Sydney Opera House dan Kota Terlarang Beijing.Di Amerika, pemadaman berlangsung di Empire State Building di New York, National Cathedral di Washington, DC, dan kantor pusat Coca-Cola di Atlanta, serta banyak situs dunia lainnya.
Earth Hour merupakan salah satu bentuk kegiatan kampanye internasional untuk menarik partisipasi publik dalam upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan.

Melalui kampanye ini, masyarakat dihimbau untuk melakukan pemadaman (minimal) satu lampu dan peralatan elektronika lainnya yang tidak dipergunakan (di rumah) selama satu jam, mulai pukul 20.30 – 21.30 WIB pada hari Sabtu, 27 Maret 2010, sebagai bentuk dukungan terhadap penanggulangan perubahan iklim global.
Tahun ini adalah tahun keempat Earth Hour, yang diselenggarakan oleh World Wildlife Fund (WWF). "Saya pikir itu bagus, karena ratusan juta orang berbagi menurunkan emisi karbon," kata Dan Foreman, juru bicara WWF di Washington.

Sekitar 4.000 kota pada lebih dari 120 negara mematikan lampu secara sukarela untuk mengurangi konsumsi energi.
Di Eropa, Italia, Menara Miring Pisa dan Arc de Triomphe di Paris dan bangunan-bangunan tua di Jerman menjadi gelap. Amsterdam tergolong paling banyak mematikan lampu-lampu kota, termasuk Bandara Schiphol, Artis Zoo dan Amsterdam Arena.
Istana Buckingham dan gedung Parlemen Inggris juga gelap seperti halnya Landmark London terkenal lainnya, termasuk St Paul Cathedral dan Royal Albert Hall, serta Edinburgh Castle di Skotlandia.

"Ini penting bagi kita untuk menjaga lingkungan dan masa depan anak-anak kita. Kita bisa membuat perbedaan jika kita bertindak sekarang dan bertindak bersama-sama," kata Perdana Menteri Inggris Gordon Brown, yang mematikan lampu di Downing Street di London.
Ikon Moskow, State University yang bertengger di atas sebuah bukit yang menghadap ke kota juga menghilang dalam kegelapan. Stadion Luzhniki dan hotel-hotel di Ukraina juga gelap. Bahkan, restoran di Vladivostok menggelar Lilin Malam, mempromosikan Earth Hour.
Swedia mematikan lampu di kantor pusat pemerintah di Stockholm, istana kerajaan dan jalan-jalan di beberapa kota.
Istana Presiden Taiwan dan sekurang-kurangnya 20 gedung pencakar langit di Taipei menjadi gelap, sementara ratusan lilin Taiwan ditempatkan di sebuah lapangan di luar balai kota.

"Malam ini, ratusan juta orang yang membesarkan suara mereka dengan mematikan lampu mereka. Ini adalah tindakan sederhana, tetapi panggilan kuat untuk bertindak," kata Direktur Jenderal WWF, James Leape.
Tahun lalu, sekitar 88 kota mengambil bagian dalam Earth Hour, yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa serta perusahaan-perusahaan global, kelompok-kelompok nirlaba, sekolah, ilmuwan dan selebriti.(vin)

 
 
    JPNN.COM | Satu Jam Pusat Wisata Dunia Gelap
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Satu Jam Pusat Wisata Dunia Gelap"
 
   
  + Other News / Category     
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Sulawesi Utara Nusantara Daerah Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi Gaya Hidup