Selasa, 07 September 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca Manado Post dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
Penantian para calon pelamar CPNS di Sulut segera terjawab, menyusul sudah ada penetapan formasi CPNS Pemprov Sulut, serta kabupaten/kota se-Sulut. • Dua terdakwa dana hibah bencana alam Talaud 2007-2008, WT alias Tine dan HM alias Mandiri hanya bisa diam mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Reinhard Tololiu SH dan Cornelis Heydemans SH. Dari keterangan para saksiTine dan Mandiri dinilai yang bertanggungjawab kasus tersebut.
 
   
Senin, 07 Desember 2009 , 01:10:00
 
Salah satu kerangka yang mengindikasikan adanya kanibalisme. Foto: Nikolay Doychinov/Reuters.
BERLIN - Situs kuno yang menggambarkan kanibalisme masal ditemukan di Desa Herxheim, barat daya Jerman. Penemuan itu terdiri dari 500 bagian tubuh manusia yang terpotong secara disengaja alias dimutilasi.

Seperti dilansir jurnal Antiquity dan dikutip BBC, para arkeolog telah menemukan bukti adanya kanibalisme di situs yang diduga berusia 7.000 tahun tersebut. Bukti-bukti itu mengacu kepada petunjuk kalau kanibalisme tersebut terjadi pada masa Neolitikum di Eropa. Temuan awal menyebutkan, kemungkinan kanibalisme itu merupakan bagian dari ritual pengorbanan.

Kanibalisme di Desa Herxheim itu kemungkinan terjadi dalam sebuah seremoni, ketika orang-orang dari sekitar desa atau pendatang membawa budak atau tawanan perang untuk ritual pengorbanan. "Persembahan berupa manusia di Herxheim adalah sebuah hipotesa yang masih sulit dibuktikan saat ini. Tapi, kami punya bukti ratusan orang telah dimakan dalam waktu yang cukup singkat," ujar Ketua Tim Ekskavasi, Bruno Boulestin, dari Universitas Bordeaux, Prancis.

BBC melaporkan, potongan tubuh yang terkubur di Desa Herxheim itu terdiri dari anak-anak dan bahkan bayi yang belum sempat dilahirkan. Situs di Jerman itu pertama kali digali pada 1996 dan kemudian baru dieksplorasi lagi antara 2005 dan 2008.

"Kami mempelajari potongan tulang binatang yang mengindikasikan mereka telah dipanggang. Kami juga menemukan pola yang sama di sejumlah tulang manusia," tulis Boulestin dalam jurnal. Namun, Dr Boulestin menekankan, untuk saat ini sulit membuktikan bahwa tulang-tulang manusia itu telah sengaja dimasak.

Sejumlah ahli menolak teori kanibalisme. Menurut mereka terkelupasnya kulit dari tulang bisa jadi akibat dari prosesi ritual pemakaman. Tapi, Dr Boulestin tetap menegaskan bahwa ada beberapa tubuh yang dengan sengaja di mutilasi dan beberapa diantaranya dikunyah.

Pada awal masa Neolitikum, pertanian mulai menyebar di seantero Eropa. Tim peneliti meyakini bahwa kanibalisme merupakan sebuah pengecualian. Diperkirakan kanibalisme itu berlangsung selama terjadinya masa paceklik. (cak/ttg)
 
    JPNN.COM | Jejak Kanibalisme Massal di Jerman
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Jejak Kanibalisme Massal di Jerman"
 
   
  + Other News / Category     
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Sulawesi Utara Nusantara Daerah Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi Gaya Hidup