Header Ads

Warga Berikan Apresiasi ke Timsel KPU Sulut

Inilah Nama 10 Besar Yang Lolos Seleksi Calon Komisioner KPU Sulut. Ke 10 Nama Ini Dikirim ke Jakarta Untuk Menentukan 5 Besar


ManadoPost.co.id, Manado,- Tim seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut yang di ketuai Prof DR Donald Rumokoy SH MH, mendapatkan dukungan atas kinerja mereka yang telah menyeleksi 10 orang calon komisioner.

Satu diantaranya dari Forum Pemuda Peduli Pemilu 2019 Bolmong yang diwakili Rusmin Mokodompit. Dia memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada Timsel KPU yang telah melaksanakan tugas yang sudah diberikan undang-undang melalui KPU RI.

Mokodompit sangat salut kepada Timsel karena mampu menjalankan amanah dengan menghiraukan semua tekanan-tekanan yang ada. "Saya yakin pasti mereka (timsel) mendapatkan tekanan-tekanan dari luar tapi mereka telah berhasil melaluinya untuk menghasilkan calon komisioner yang berintegritas. Saya salut," katanya kepada media ini, Minggu (8/4/2018).

Dia pun berharap dari 10 nanti, KPU RI pun dapat menentukan 5 yang terbaik dan berintegritas. "Saya bersama warga Bolmong lainnya berharap KPU RI dapat memilih yang terbaik bukan karena berlandaskan kepentingan kelompok manapun," tuturnya.

Dukungan lainnya pun datang dari Heriyanto Maloring yang mewakili Ikatan Kekeluargaan InIndonesia Sitaro Sangihe Talaud (IKIST) yang ada di Bolmong. Menurut dia, timsel harus diberikan penghargaan yang cukup tinggi karena berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. "Kami menghargai hasil putusan timsel dan kami dukung. Mereka (timsel) telah berhasil menjalankan tugasnya," ucapnya.

Dia pun sangat menyayangkan jika ada peserta yang tidak menerima dan kemudian melakukan gugatan. Maloring pun curiga dengan orang-orang yang tidak menerima putusan tersebut. "Saya curiga kok mereka sangat berambisi. Jangan-jangan mereka ada membawa kepentingan satu diantara kelompok partai. Ini tak boleh terjadi," ucapnya.

Maloring pun berharap hasil keputusan timsel dapat diterima oleh semua pihak. "Kalau tidak diakomodir harusnya menerimanya karena mungkin belum ada kesempatan. Jangan malah 'ngotot' dan menjadi kecurigaan bagi kami yang ingin sistem demokrasi yang baik," tuturnya. (tim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.