Header Ads

Tiga Panelis "Ditaklukkan" James Sumendap



MANADOPOST.CO.ID-RATAHAN-Ada hal yang menarik saat dialog publik II,  Calon Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara Periode 2018-2023, yang digelar KPU Mitra, 3 April, dua hari silam, di Wale Wulan Lumintang,  Ratahan.

Apa itu? Itu terkait dengan jawaban-jawaban pasangan calon (Paslon), James Sumendap SH dan Drs Jesaya Joke Legi (JS-JL).

Tiga ahli yang dihadirkan KPU sepertinya "takluk" ditangan James Sumendap.

Pasalnya,  tiga panelis bergelar doktor dalam ilmu berbeda terlihat terpesona dengan jawaban-jawaban JS.

Mulai dari penanya pertama, yakni Dekan Fisip Unsrat Manado Dr Drs Novie Pioh MSi,  dan penanya kedua Dr dr Taufik Pasiak MPdI MKes,  serta Pdt Dr Karolina Kaunang,  MTh,  yang sangat dalam dengan kajian-kajian mereka dalam bertanya, mampu dijawab JS.

Terlihat setiap pertanyaan yang diajukan langsung dijawab tanpa berlama-lama.

Bahkan pantauan harian ini, ada jawaban JS yang tak bisa ditanggapi balik ketiga panelis,  meski waktu diberikan oleh moderator yang memimpin Dr Welly Waworundeng MSi.

Bukan hanya itu,  justru Pasiak sendiri menyatakan disela-sela mendengarkan jawaban Sumendap,  mengapresiasi jawaban itu.

Terlihat jelas tangannya terangkat dan jempolnya menunjuk ke paslon menggambarkan sangat puas dengan jawaban JS.

"Saya sangat puas dengan jawaban paslon," ujar Pasiak.

Sebelumnya,  acara yang dihadiri oleh Bawaslu Sulut,  Panwas Kabupaten Mitra,  Kapolres Minsel, Sekda Mitra, pimpinan partai politik,  para pimpinan dan anggota DPRD Mitra,  pejabat eselon II,  III dan pendukung paslon, KNPI,  tokoh agama,  tokoh masyarakat,  nelayan,  dan pers,  diawali dengan sambutan singkat Ketua KPU Mitra Drs Ascke Benu MSi yang didampingi Komisioner KPU Mitra diantaranya Drs Johnly Pangemanan MSi,  Fivi Helti Massie SE,  Pdt Fanny Wurangian MTh,  dan Drs Irfan Rabuka MPd.

Benu dalam sambutannya,  menyebut,  debat publik ke dua ini, sengaja dihadirkan,  untuk kembali menyampaikan seluas-luasnya pada masyarakat Mitra soal visi misi paslon.

"Debat publik ini merupakan sarana kedaulatan rakyat. Sebagai pemilih yang haus akan informasi, debat ini penting sehingga masyarakat tahu apa program paslon 5 tahun ke depan," ucap Benu.

Sementara JS,  menyatakan, pada debat kali ke dua ini, dia dan Legi tak lagi menyampaikan visi misi,  sebab sudah disampaikan pada debat pertama.

"Kali ini kita menjawab dan memperjelas komitmen kami ke depan sesuai tema yang diangkat,  yaitu meningkatkan pelayanan masyarakat dan penyelesaian persoalan daerah. Jadi kami lebih pada mengulas tema ini, berdasarkan pertanyaan panelis," tukas JS.

Liputan Biro Mitra : Reagen Pantow

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.