Header Ads

Upaya BPBD Gagal! Beberapa Titik Longsor Jalur Kalait Mengancam, Warga Masih "Gigit Jari"

Longsor Kalait Beberapa Waktu Lalu.



MANADOPOST.CO.ID-RATAHAN-Warga 10 desa di Kecamatan Touluaan Selatan,  Mitra,  sepertinya masih harus "gigit jari" melihat ancaman tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa titik.

Mengapa?  Karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, memastikan belum ada anggaran yang dikucurkan di beberapa titik yang longsor beberapa waktu lalu di jalur Lobu, KecamatanTouluaan ke arah Kalait dan 9 desa lainnya,  Kecamatan Touluaan Selatan,  baik anggaran APBN di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), maupun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mitra 2018.

Hal ini diungkapkan Kepala BPBD Mitra Ferry Uway, akhirpekan lalu, saat dimintai tanggapannya.

Menurutnya, pihaknya sudah mengusulkan untuk bantuan pengerjaan beberapa titik longsor di jalur Lobu ke 10 Desa Touluaan Selatan ini,  namun belum ada jawaban.

"Kami sudah mengusulkan beberapa kali, baik ke pusat maupun ke pihak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Mitra dan pihak DPRD Mitra,  namun belum ada yang diakomodir. Mereka belum memprioritaskan anggaran ini," ujar Uway,  yang didampingi Sekretaris BPBD Mitra Jolli Tumiwa SH MH.

Uway menambahkan, pihaknya sudah sejak beberapa tahun yang lalu mengusulkan ke pihak BNPB pusat untuk beberapa titik yang sangat mengancam di jalur Kalait ini,  namun belum ada respon yang positif.

"Kita sudah sampaikan usulan beberapa kali, tapi tak ada jawaban. Ya kami tak tahu seperti apa penilaian mereka. Muda-mudahan ke depan dalam anggaran berikutnya kami sudah bisa mengerjakan beberapa titik ini bekerja sama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Mitra, ketika sudah ada angggaran," terang Uway.

Tumiwa senditi menambahkan,  memang anggaran bencana di pusat itu selalu melihat skala prioritas.

"Saat kita mengusulkan sejak beberpa tahun terakhir, disaat yang sama ada bencana letusan gunung Agung di Bali,  serta beberapa bencana alam lainnya yang perlu penanganan cepat dan anggaran besar, jadi memang kita di Mitra belum ada bantuan,  karena mungkin belum menjadi skala prioritas untuk dibantu," tambah birokrat muda hebat jebolan pasca sarjana Unsrat berdarah Tombatu ini.

Laporan Biro Mitra : Reagen Pantouw

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.