Header Ads

Kaget Terpidana Korupsi Marlina Moha Berkeliaran di Jakarta, Ini Cuitan Advokad Vebry


MANADO- Beredarnya foto Mantan Bupati Bolaang Mongondow, Marlina Moha Siahaan yang masih resmi tercatat sebagai anggota DPRD Sulut periode 2014-2019, menuai kritik satu diantara penggiat medsos yang juga seorang Advokad, Vebry Deandra SH.

Marlina Moha Siahaan, belum setahun jalani masa hukuman, tahanan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Bolmong tahun 2010. Dia (Marlina) divonis kurungan 5 tahun penjara di Rutan Malendeng oleh Hakim di Pengadilan Tipikor  Manado.

Marlina pun bebas berkeliaran bahkan keluar daerah saat ini dan membuat gempar masyarakat termasuk Vebry Deandra. 

Berikut Celoteh Vebry Deandra di akun Facebook miliknya.

BUNDA MOHA (CUMA) BERMASYARAKAT DI LUAR TAHANAN.

Celoteh: Vebry Deandra

BERPREDIKAT sebagai Narapidana kasus korupsi dengan vonis 5 tahun, rupanya tidak membuat Marlina Moha Siahaan terpenjarakan di jeruji besi.
Sebelum berita ini menjadi heboh di sosial media,  beberapa hari saat rapat kordinasi terbatas DPD Partai Golkar Sulut berlangsung di Jakarta, sahabat sekaligus senior saya yang namanya tak bisa saya sebutkan karena kerahasiaan, memberikan informasi mengenai bunda Moha tersebut. Sayangnya saya berada ditempat terpencil yang signalnya 'mati segan hiduppun tak mau'.
Ternyata terpidana kasus korupsi yang mempunyai uang bisa sesuka hati berkeliaran kemana saja. Ini begitu menjadi cambuk bagi Kementerian Hukum dan HAM yang merupakan departemen yang mempunyai otoritas terhadap semua Lembaga Pemasyarakatan (LP) maupun Rumah Tanahanan Negara (Rutan) diseluruh NKRI ini.
Moha tidak membuka mata kita semua mengenai begitu bobroknya pemimpin yang mengepalai LP atau Rutan yang ada. Sebab, sejak dari dulu permainan di LP dan Rutan terus terjadi. Tak heran, ada sindirian kita bisa 'bermain mata' kapan saja dan dimana saja untuk yang namanya 'kebebasan' yang nyatanya masih berstatus Narapidana.
Mungkin euforia sebagai petinggi partai Golkar di Sulut membuat bunda Moha lupa daratan mengenai status hukumnya. Bunda Moha begitu senang dan terasa nyaman ketika berada ditengah-tengah petinggi lainnya Partai Golkar, apalagi partai identik warna kuning ini menjadi partai yang terus mengundang perhatian dan keprihatinan di bangsa ini.
Hallo bunda Moha, sudah sadarkah engkau ketika media dan sosmed gempar dengan keberadaanmu yang nyaman di hotel berbintang, dan bukannya disudut kamar pengap Rutan Malendeng... Semoga ini akan menjadi cambuk bahwa bobroknya sistem pemenjaraan di negeri kita yang dikenal dengan lembaga pemasyarakatan tersebut, benar-benar memasyarakatkan seorang narapidana yang masih menjalankan hukumannya.

#paradokslembagapemasyarakatan#

(TIM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.